Perubahan iklim telah menjadi isu global yang dampaknya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk di Indonesia. Naiknya suhu bumi, pergeseran pola musim, meningkatnya intensitas bencana alam, serta berkurangnya kualitas lingkungan hidup menjadi tantangan nyata yang perlu dihadapi bersama. Sebagai provinsi dengan kekayaan alam yang melimpah, Bengkulu juga tidak lepas dari ancaman perubahan iklim sebagaimana menurut situs https://dlhbengkulu.id/.
Di tengah kondisi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bengkulu memiliki peran penting dalam mengawal berbagai kebijakan, program, dan aksi nyata untuk memitigasi dampak perubahan iklim di tingkat regional. Dengan posisi geografis yang strategis serta keberadaan hutan tropis, pegunungan, dan garis pantai yang panjang, Bengkulu berpotensi besar untuk menjadi garda terdepan dalam upaya penanggulangan perubahan iklim.
Artikel ini akan membahas secara mendalam peran DLH Bengkulu dalam mitigasi perubahan iklim, program-program yang dijalankan, tantangan yang dihadapi, serta langkah strategis ke depan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.
Mengapa Perubahan Iklim Menjadi Isu Penting di Bengkulu?
Bengkulu merupakan provinsi yang memiliki bentang alam beragam, mulai dari pesisir pantai Samudera Hindia hingga perbukitan Bukit Barisan. Keanekaragaman ini sekaligus menjadikan Bengkulu rentan terhadap dampak perubahan iklim. Beberapa isu yang muncul di daerah ini antara lain:
- Naiknya suhu udara yang menyebabkan berkurangnya kenyamanan hidup masyarakat, khususnya di perkotaan.
- Pergeseran pola hujan yang memicu gagal panen bagi petani.
- Banjir dan tanah longsor akibat curah hujan tinggi yang tidak menentu.
- Rob dan abrasi pantai yang mengancam permukiman masyarakat pesisir.
- Kerusakan ekosistem laut dan hutan akibat ulah manusia dan pengaruh iklim global.
Melihat kondisi tersebut, jelas bahwa peran DLH Bengkulu sangat vital dalam mengintegrasikan upaya mitigasi perubahan iklim ke dalam berbagai kebijakan daerah.
Peran DLH Bengkulu dalam Mitigasi Perubahan Iklim
DLH Bengkulu tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pengawasan lingkungan, tetapi juga sebagai motor penggerak dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Beberapa peran strategis yang dijalankan antara lain:
1. Menyusun Kebijakan dan Regulasi Lingkungan
DLH Bengkulu merancang kebijakan yang selaras dengan agenda nasional terkait mitigasi perubahan iklim. Regulasi ini meliputi tata ruang yang ramah lingkungan, pengelolaan hutan, serta pengendalian emisi dari industri dan transportasi.
2. Reboisasi dan Restorasi Lahan Kritis
Kerusakan hutan dan lahan kritis menjadi penyumbang emisi karbon yang cukup tinggi. Oleh karena itu, DLH Bengkulu melaksanakan program reboisasi untuk mengembalikan tutupan hijau, memperkuat penyerapan karbon, dan menjaga ekosistem tetap seimbang.
3. Pengendalian Sampah dan Limbah
Pengelolaan sampah yang buruk dapat menghasilkan gas metana, salah satu penyumbang efek rumah kaca. DLH Bengkulu mendorong penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle), mendukung program bank sampah, serta mengembangkan teknologi pengolahan sampah organik menjadi kompos.
4. Edukasi dan Kesadaran Publik
DLH Bengkulu rutin melakukan kampanye lingkungan melalui sekolah, kampus, komunitas, dan media sosial. Edukasi ini bertujuan agar masyarakat memahami dampak perubahan iklim sekaligus terlibat dalam aksi nyata, seperti hemat energi, menanam pohon, atau mengurangi penggunaan plastik.
5. Penerapan Energi Terbarukan
Sebagai upaya jangka panjang, DLH Bengkulu mendorong pemanfaatan energi terbarukan seperti tenaga surya dan biomassa, terutama untuk masyarakat pedesaan yang belum sepenuhnya terjangkau listrik konvensional.
6. Pemantauan Kualitas Lingkungan
DLH juga bertugas melakukan pengawasan kualitas udara, air, dan tanah. Hasil pemantauan ini menjadi dasar dalam menentukan langkah mitigasi yang lebih tepat sasaran.
Program Mitigasi Perubahan Iklim DLH Bengkulu
Selain peran umum di atas, DLH Bengkulu telah menjalankan sejumlah program konkret dalam rangka menekan dampak perubahan iklim, di antaranya:
1. Gerakan Menanam Pohon
Program ini dilaksanakan setiap tahun dengan target ribuan bibit pohon ditanam di lahan kritis, bantaran sungai, dan daerah rawan longsor. Kegiatan ini juga melibatkan masyarakat, pelajar, hingga organisasi lokal agar tumbuh rasa kepemilikan terhadap lingkungan.
2. Bank Sampah dan Ekonomi Sirkular
DLH Bengkulu mendorong pembentukan bank sampah di berbagai wilayah. Selain mengurangi sampah plastik, program ini juga membuka peluang ekonomi baru melalui daur ulang dan penjualan barang bekas.
3. Kampanye Hemat Energi
DLH bekerja sama dengan sekolah dan perkantoran untuk mengampanyekan penggunaan listrik secara bijak, pengurangan emisi kendaraan bermotor, serta pemanfaatan energi alternatif.
4. Mitigasi Bencana Berbasis Lingkungan
Bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), DLH Bengkulu menyiapkan langkah mitigasi berbasis ekosistem, seperti memperkuat daerah resapan air dan menjaga kelestarian hutan lindung.
5. Program Desa Hijau
Beberapa desa di Bengkulu didorong menjadi desa hijau dengan konsep pembangunan berkelanjutan, seperti pemanfaatan energi terbarukan, pengelolaan sampah mandiri, serta konservasi sumber daya alam lokal.
Dampak Positif Program DLH Bengkulu
Upaya yang dilakukan DLH Bengkulu dalam mitigasi perubahan iklim telah membawa berbagai dampak positif, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Beberapa di antaranya adalah:
- Berkurangnya lahan kritis melalui program reboisasi.
- Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu perubahan iklim.
- Lingkungan yang lebih bersih berkat pengelolaan sampah terpadu.
- Berkurangnya risiko bencana seperti banjir dan longsor di wilayah rawan.
- Penguatan ketahanan masyarakat lokal dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
Tantangan yang Dihadapi DLH Bengkulu
Meskipun banyak langkah telah dilakukan, DLH Bengkulu tetap menghadapi sejumlah tantangan yang cukup berat, seperti:
- Kurangnya kesadaran sebagian masyarakat, terutama dalam membuang sampah sembarangan dan penggunaan plastik sekali pakai.
- Minimnya anggaran dan fasilitas untuk mendukung program mitigasi secara luas.
- Kerusakan hutan yang terus berlanjut akibat aktivitas ilegal, seperti pembalakan liar dan perambahan hutan.
- Perubahan gaya hidup modern yang menghasilkan lebih banyak emisi karbon dan limbah.
- Dampak global yang sulit dikendalikan, seperti kenaikan suhu bumi dan perubahan iklim ekstrim yang bersumber dari luar wilayah Bengkulu.
Strategi Ke Depan
Untuk menjawab tantangan tersebut, ada beberapa strategi yang perlu diperkuat oleh DLH Bengkulu dalam upaya mitigasi perubahan iklim di masa depan, antara lain:
- Meningkatkan kolaborasi dengan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung kegiatan penghijauan dan pengelolaan sampah.
- Mendorong inovasi digital dalam pemantauan lingkungan, seperti aplikasi untuk melaporkan pencemaran atau sistem pemantauan kualitas udara berbasis daring.
- Memperluas program desa hijau agar lebih banyak masyarakat terlibat dalam pembangunan berkelanjutan.
- Memberikan insentif bagi masyarakat yang aktif melakukan aksi ramah lingkungan, seperti pengurangan pajak atau bantuan sarana.
- Meningkatkan kerja sama regional dengan provinsi tetangga dalam menjaga ekosistem lintas wilayah, seperti hutan Bukit Barisan dan kawasan pesisir.
Kesimpulan
Perubahan iklim merupakan tantangan besar yang tidak bisa dihindari, namun dapat diminimalkan dampaknya melalui berbagai upaya mitigasi. Dinas Lingkungan Hidup Bengkulu telah menunjukkan komitmennya melalui berbagai program, mulai dari reboisasi, pengelolaan sampah, kampanye hemat energi, hingga pengembangan desa hijau.
Meski masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan anggaran dan rendahnya kesadaran sebagian masyarakat, langkah-langkah yang dilakukan DLH Bengkulu sudah membawa dampak positif bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat.
Dengan memperkuat kolaborasi, memanfaatkan teknologi, serta meningkatkan partisipasi masyarakat, Bengkulu berpotensi menjadi contoh daerah yang berhasil menekan dampak perubahan iklim regional. Upaya ini sekaligus menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang dalam menjaga keberlanjutan alam Bumi Rafflesia.
Sumber: https://dlhbengkulu.id/


Comment here