Pendidikan

Hijaukan Pesisir, Selamatkan Masa Depan, Aksi Mangrove Universitas Pertamina di Muara Gembong

Upaya menjaga lingkungan pesisir kini menjadi perhatian banyak pihak, termasuk institusi pendidikan. Salah satu langkah nyata datang dari Universitas Pertamina yang bersama Pertamina Foundation melakukan aksi penanaman mangrove di wilayah pesisir Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Kegiatan ini bukan sekadar simbol kepedulian, tetapi merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam menghadapi tantangan kerusakan ekosistem pantai.

Muara Gembong sebagai Kawasan Prioritas Lingkungan

Muara Gembong merupakan salah satu kawasan pesisir yang dalam beberapa dekade terakhir menghadapi tekanan lingkungan cukup serius. Kondisi geografis yang langsung berhadapan dengan laut membuat wilayah ini sangat rentan terhadap perubahan alam. Selain faktor gelombang laut, aktivitas manusia di masa lalu juga memperparah kondisi pesisir.

Berkurangnya vegetasi alami, khususnya mangrove, menyebabkan daya tahan pantai melemah sehingga proses pengikisan tanah semakin sulit dikendalikan. Oleh karena itu, kawasan ini dipilih sebagai lokasi strategis untuk program rehabilitasi lingkungan.

Kolaborasi Kampus dan Komunitas Nelayan

Kegiatan penanaman mangrove tidak dilakukan secara sepihak. Universitas Pertamina dan Pertamina Foundation menggandeng Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) sebagai mitra utama. Kolaborasi ini menjadi penting karena nelayan lokal memiliki pemahaman mendalam tentang karakter wilayah pesisir.

Target Jangka Panjang Rehabilitasi Mangrove

Penanaman 1.400 bibit mangrove pada Januari 2026 merupakan bagian dari program lima tahunan yang menargetkan total 10.000 bibit. Sejak 2024, ribuan bibit telah ditanam secara bertahap hingga mencapai 4.400 bibit pada awal 2026. Program ini dirancang berkelanjutan agar dampaknya tidak bersifat sementara.

Pemantauan dan Keberlanjutan Program

Setelah penanaman, proses tidak berhenti begitu saja. KNTI bersama mitra akan melakukan pemantauan rutin terhadap pertumbuhan bibit. Hal ini bertujuan memastikan tingkat kelangsungan hidup tanaman tetap tinggi.

Berbagai risiko seperti bibit hanyut, tertutup sampah, atau rusak akibat kondisi alam akan terus diawasi. Dengan adanya pengawasan, fungsi mangrove sebagai penahan abrasi dan penyerap karbon dapat berjalan optimal dalam jangka panjang.

Kontribusi Universitas dalam Isu Global Lingkungan

Aksi mangrove di Muara Gembong menunjukkan bahwa universitas memiliki peran strategis dalam menjawab isu global seperti perubahan iklim dan kerusakan lingkungan. Universitas Pertamina tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga aktif dalam program sosial dan lingkungan yang berdampak nyata.

Daftar lengkap program studi Universitas Pertamina melalui laman resmi [https://pmb.universitaspertamina.ac.id/admisi?src=101](https://pmb.universitaspertamina.ac.id/admisi?src=101) dan temukan peluang untuk menjadi bagian dari generasi peduli masa depan.

Comment here